Tutut Soeharto: TMII Membentuk Jatidiri Bangsa

0

JAKARTA — Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di 2018 memasuki usia ke-43 tahun. Sebuah usia yang cukup matang karena melalui berbagai ujian dan tantangan zaman. Hingga saat ini, ‘Indonesia mini’ tetap eksis dalam menjaga kebudayaan yang menjadi jatidiri bangsa.

Dengan tema ‘Wajah Budaya Indonesia’, di HUT ke 43, TMII menggelar serangkaian acara, seperti pernikahan massal, kesenian jajangkungan, odong-odong ‘Singa Depok’, angklung, Gelar Kuliner dan EXPO Taman Rekreasi Indonesia Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) dan lain-lain.

Hj. Siti Hardijanti Rukmana atau biasa disapa Tutut Soeharto yang hadir saat perayaan ultah bahkan disambut dengan kesenian tradisional yakni pertunjukan jajangkungan di Area Api Pancasila serta pertunjukan angklung.

“Alhamdulillah, TMII sekarang sudah berusia 43 tahun, “ kata Tutut Soeharto kepada Cendana News saat menghadiri acara Hari Ulang Tahun TMII ke-43, di Pendopo Agung Sasono Utomo, TMII, Jl. Raya Taman Mini, Ceger, Cipayung, Kota Jakarta Timur, Kamis (19/4/2018)

Keberadaan TMII yang masih tetap eksis hingga sekarang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Tutut Soeharto. Karena apa yang digagas oleh ibu Tien dan diresmikan oleh pak Harto pada 20 April 1975 mampu menjaga kebudayaan bangsa.

“TMII tanggung jawab kita atas amanat yang dititipkan pak Harto dan ibu Tien yang harus kita jaga bersama. Karena TMII adalah milik kita bersama bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga:  KEJUTAN DI LEPAS MALAM, 23 JANUARI

Lihat juga Galeri Foto: Menghadiri Tasyakuran HUT ke 43 TMII

Putri pertama Presiden kedua Republik Indonesia (RI), HM Soeharto itu menerangkan, bahwa TMII ini mempunyai misi untuk melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa.

“Dengan dasar misi itu maka semua kegiatan pengelolaan diarahkan pada pengembangan budaya,” bebernya.

Di TMII ini terdapat budaya fisik dan pergelaran-pergelaran, dimana fisik itu sudah merupakan wujud budaya, misalnya anjungan, museum-museum, pintu gerbang yang tematik, dan api Pancasila.

“Budaya tak benda diisi dengan pergelaran seni budaya,” paparnya.

TMII ini sangat penting dan bermanfaat bagi bangsa dan negara untuk membentuk jatidiri bangsa.

“Ini sebagai sarana pendidikan masyarakat untuk mencintai Tanah Air melalui budaya,” tegasnya.

Dengan mencintai tanah air maka akan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kalau persatuan dijaga maka Indonesia akan tetap jaya,” tandasnya.

Berita ini tayang di cendananews.com dengan judul “Tutut Soeharto: TMII Membentuk Jatidiri Bangsa

Mungkin anda juga ingin membaca
TIGA KALI DIMINTA MENJADI MENTERI Sore hari, pertengahan Maret 1988, ajudan bapak memberi tahu saya : “Mbak ditimbali bapak.” Saya jawab “Ya sebentar nanti saya sowan bapak.” “Sekara...
Saling Membutuhkan Bila kuingat masa kecilku di Semarang ---ketika Bapak menjadi Panglima Kodam Diponegoro---, dimana pada saat itu aku masih duduk di SR/Sekolah Rakyat ...
Temu Wicara Bapak Soeharto Saat Penanaman Hutan Taman Industri di Sum-Sel Bapak mendapat penjelasan tentang proyek Perkebunan Inti Rakyat Trasmigrasi kelapa sawit, di Sum-Sel Terpancar kegembiraan wajah bapak, setiap ka...
DOAKU DI PENGHUJUNG RAMADAN Yaaa …ROBB … Di penghujung bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, setelah ENGKAU perintahkan kami untuk berpuasa sebulan penuh, ENGKAU perintahkan kam...
SOAL SATWA LIAR Saya dan keluarga penyuka binatang. Binatang-binatang yang kami piara, tinggal satu rumah dan menjadi teman sepermainan anggota keluarga. Seperti f...
Siti Hardiyanti Rukmana: Teladani Kesabaran Rasulullah JAKARTA - Hj. Siti Hardiyanti Rukmana yang akrab pula disapa Mbak Tutut, bersilaturahmi dengan jamaah majelis taklim Faqihatuddin, di Masjid Darussala...
Jalan Tol II: Terlalu Menarik untuk Diabaikan Sahabat, Sebelum saya bercerita pengalaman saya membangun jalan toll, izinkan saya sedikit mengulas sepintas, mengapa pemerintah, mengajak swasta unt...

Leave A Reply

Your email address will not be published.