Pemasangan Bleketepe dan Khataman Awali Acara Mantu Mbak Tutut

Sumber: Cendananews

1

JAKARTA – Siti Hardijanti Rukmana atau akrab disapa Mbak Tutut menikahkan putri bungsunya Danvy Sekartaji Indri Haryanti Rukmana atau biasa disapa Sekar dengan Ajie Sulistiyo Dwi Putra Maryulis (Ajie). Suasana di kediaman Putri Presiden Soeharto tersebut begitu hikmat menyambut hari bahagia tersebut.

Acara mantu yang digelar di kediaman Jalan Yusuf Adiwinata, Jakarta, Jumat (4/5/2018), diawali dengan acara pemasangan Bleketepe yang dilakukan Bapak pengantin perempuan, Indra Rukmana bersama Mbak Tutut. Bleketepe adalah penanda simbolik bahwa di tempat itu diselenggarakan hajat pernikahan. “Ini lho pak bleketepenya, segera dinaikan,” ujar Mbak Tutut kepada Indra Rukmana mengawali acara pemasangan Bleketepe Jumat, (4/5/2018) pagi.

“Baiklah bawa sini akan saya naikkan, mudah-mudahan hajat mantu kita ini mendapat perlindungan dan ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa, selalu dijauhkan dari segala mala petaka dan berjalan lancer. Berhasil dengan baik. Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, kami berniat memasang bleketepe dan tuwuhan, mohon kepada Allah SWT, semoga diberi keselamatan dan kelancaran tanpa halangan selama pelaksanaan perkawinan anak kami Danvy Sekartaji Indri Haryanti Rukmana,” ujar Indra Rukmana sebelum memasang Belekepe.

Setelah pemasangan bleketepe, acara dilanjutkan dengan pasang tuwuhan di berbagai tempat yang sudah ditentukan. Di antaranya di kediaman Mbak Tutut di Jalan Yusuf Adiwinata, Jakarta. Dilokasi tersebut tuwuhan dipasang di pintu masuk utama dan dua buah di pintu kamar mandi untuk melaksanakan siraman.

Baca Juga:  Perias Pernikahan Cucu HM Soeharto Bawa Sejumlah Uborampe ke Jakarta

Pemasangan juga dilakukan di Taman Patra, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, yaitu dua buah di pintu masuk utama, dan dua buah di pintu kamar mandi untuk melaksanakan siraman. Juga di Hotel Kempinski, yaitu dua buah di pintu gerbang halaman.

Pemasangan Bleketepe (Foto dokumentasi keluarga)

Tuwuhan adalah sarana yang terdiri dari tandan pisang raja berikut pohonnya, sajanjan buah kelapa gading, tebu wulung, daun kluwih, daun alang-alang, daun kemuning, daun girang, buah maja, daun dadap serep, padi, daun beringin, daun koro, daun opo-opo. dan anyaman daun kelapa janur kuning (bleketepe).

Sore harinya, acara dilanjutkan dengan pengajian dan doa bersama. Acara tersebut menjadi sarana untuk memohon restu dan ridho dari Allah SWT bagi kedua mempelai yang akan memasuki bahtera kehidupan baru. Acara pengajian Khataman Al Quran diakhiri oleh Sekar dengan membaca Surat Al Ikhlas.

Rangkaian acara mantu selanjutnya akan digelar Sabtu (5/5/2018) yaitu Siraman yang digelar pagi pukul 10.00 WIB. Kemudian Midodareni pada Sabtu malam pukul 19.00 WIB. Kedua acara tersebut digelar di jalan Yusuf Adiwinata Jakarta. Sementara pada Minggu (6/5/2018) Pukul 10.00 WIB akan digelar akad nikah dan Malamnya dimulai pukul 19.00 WIB akan digelar resepsi pernikahan di Hotel Kempinski.

Mungkin anda juga ingin membaca
Jalan Tol II: Terlalu Menarik untuk Diabaikan Sahabat, Sebelum saya bercerita pengalaman saya membangun jalan toll, izinkan saya sedikit mengulas sepintas, mengapa pemerintah, mengajak swasta unt...
MEMERANGI LEPROPHOBYA (5): KINI MEREKA BERPRESTASI Satu persatu atlit mantan penderita kusta itu datang. Mereka mewakili provinsinya masing-masing ke Tanggerang. Saya diantar oleh Pak dr. Ignatius Hary...
MENEMUI PENGAMEN JALANAN Suatu sore, sepulang bapak dari bermain golf di Rawamangun, bapak memanggil saya. Kalau tidak salah bulan Juli 1986 waktu itu. Obos Gembok (Alm), ...
Mbak Tutut: Tugas Pasma KRN Menjaga NKRI BITUNG – Siti Hardiyanti Rukmana, familier disapa Mbak Tutut, mengajak kepada seluruh peserta pasukan utama (pasma) kirab remaja nasional (KRN), untuk...
MEROBEK SILAM YANG KELAM Setelah sekian ketika gelap suasana menyelubung diri tersisih dan terbuang di sudut yang lengang, tak setitik sinar menerangi, sedang hati terhimp...
Bapak Kami Melarang Dendam Dalam heningku di bulan Ramadhan ini, teringat aku suatu peristiwa yang tak akan aku lupakan selamanya. Ketika 20 tahun lalu, Mei 1998, Bapak (Jendera...
Foto: Menghadiri Tasyakuran HUT ke 43 TMII Menghadiri Tasyakuran HUT ke 43 TMII.... Semoga TMII yang dirintis dan dibangun Ibu Tien semakin kokoh peranannya sebagai Ibu Kota Kebudayaan Nusan...
1 Comment
  1. Almas says

    To Mbak Tutut

    Sangat terinspirasi saya dg stories saat Bapak bertemu Ibu hingga bgmn cara berjuang menghidupi keluarga(walau saya sndiri msh jauh dr kesuksesan buat keluarga) suatu saat saya akan menemui mbak.
    salam
    dari London NW10

Leave A Reply

Your email address will not be published.