MEROBEK SILAM YANG KELAM

Karya : Siti Hardijanti Hastuti Rukmana (1987)

1

Setelah sekian ketika gelap suasana menyelubung diri
tersisih dan terbuang di sudut yang lengang,
tak setitik sinar menerangi,
sedang hati terhimpit duka,
dan derai air mata tak pernah sempurna reda,
serasa dipasung dalam dera,
sementara nyanyian sederas getar derita,
aku menggigil setiap kemarau tiba,
dan mengerang bila hujan datang,
tak satupun mereka menerima kehadiran kami di dunia.

Dalam getar dan tantangan,
akhirnya kutemui titik terang di ujung ruang,
dada ini punya bintik harapan,
karena masih kutemui cinta dan kasih sayang,
lewat tangan-tangan mereka yang berhati mulia,
diterima kami apa adanya,
digandeng kami berkarya,
berbakti kami bersama,
kami juga pembangun bangsa.

Kini manakala keyakinan telah mengakar di hati,
tak hendak langkah disurutkan,
sejauh angin berhembus,
kutemui cinta sepanjang masa,
getarkan dada yang menyimpan kasih,
damaikan hati dalam setiap gelisahku.

 

 

—————————————

Catatan: Sajak ini ditulis pada saat mendampingi para penderita kusta

Mungkin anda juga ingin membaca
Jalan Tol VI: Sosrobahu yang Berarti Seribu Pundak Sahabat, Dengan dapatnya kami bridging finance dari sumber di luar negeri, membuat semangat kami semakin terpacu. Mengingat banyaknya waktu yang tela...
Jalan Tol I: Saya Memilih Bersama Kaum Muda Sahabat..., kali ini, saya ingin bercerita, tentang proses pembangunan Jalan Layang Cawang-Priok. Bukan hanya bagaimana keberhasilan itu dicapai, namu...
Nikmati Hidup ini Teringat akan suatu saat di tahun 80-an dimana waktu itu aku akan mencoba ikut tender jalan tol yang diselenggarakan oleh Jasa Marga. Namun sebelumnya...
MEMERANGI LEPROPHOBYA (3): TITIK TERANG DI SUDUT HARAPAN Selepas dari kunjungan ke Rumah Sakit Sitanala, di setiap kerja saya ke daerah, selalu memberikan penyuluhan pada masyarakat muda maupun tua. Merek...
PASMA KIRAB TARI BELO Senangnya bersilaturahmi dengan anak-anak Pasma KRN 2018. Lepas kegiatan utama bakti sosial dengan warga, mereka berkumpul dan mengibur saya dengan ta...
Saling Membutuhkan Bila kuingat masa kecilku di Semarang ---ketika Bapak menjadi Panglima Kodam Diponegoro---, dimana pada saat itu aku masih duduk di SR/Sekolah Rakyat ...
HATIMU JUGA HARUS BERKERUDUNG AJARAN ALLAH Dulu sebelum naik haji, saya suka pakai kerudung. Tetapi hanya ketika ada acara-acara yang mengharuskan saya berkerudung. Seperti acara ke pondok Pesa...
Baca Juga:  MEMERANGI LEPROPHOBYA (5): KINI MEREKA BERPRESTASI
1 Comment
  1. Syafrizal says

    Saya yakin Mbak Tutut seorang pejuang yang tegar. Niat yang baik dan ikhlas memang banyak tantangan. Rasulullah menghadapi tantangan dan penolakan sampai akhir hayat beliau. Semoga Allah selalu meridhoi niat suci Mbak sekeluarga dan mengabulkannya. Amin.

Leave A Reply

Your email address will not be published.