Kamu Harus Kuat

(Oleh: Siti Hardijanti Rukmana)

22

Pagi itu saya berpakaian rapi dan resmi, karena pagi itu bapak akan menyampaikan pidato berhentinya dari Presiden di istana Merdeka. Di Cendana saya menemui bapak yang sudah duduk di ruang keluarga.

Bapak melihat saya berpakaian rapi bertanya pada saya: “arep nang endi kowe (mau kemana kamu).”

“Mau nderek (ikut) bapak ke istana,” saya menjawab lirih.

Bapak agak kaget, lalu beliau mengatakan: ”Kamu di rumah saja, ini acara resmi kenegaraan.”

“Tapi saya mau ikut bapak,” saya bersikeras memohon.

“Lihat di TV saja nanti, kan sama saja, lagi pula ini bukan acara keluarga,” bapak pun bersikeras.

Saya tetap pada pendirian saya: “Kali ini saya mau ikut bapak, saya mau menemani bapak.”

“Kamu nanti nggak kuat mendengarnya,” bapak menjelaskan.

In sya Allah saya kuat pak, saya ikut ya pak,” saya memohon.

Pak Harto membacakan pidato menyatakan berhenti

Akhirnya bapak mengizinkan saya ikut ke istana. Sampai di istana bapak menuju ruang keluarga sambil menunggu waktu upacara dilaksanakan. Tidak lama kemudian, Ajudan dan Protokol istana masuk ruangan memberi tahu bahwa acara segera dimulai. Bapak berdiri lalu berjalan menuju ruang upacara. Sayapun berdiri ikut berjalan di belakang bapak.

Melihat saya ikut, bapak berhenti sambil berkata : “Kamu tunggu di sini saja wuk. Biar bapak sendiri.”

Saya jawab : “Tidak pak, saya ikut, saya mau menemani bapak terus.”

Baca Juga:  IBUKU MEMANG JEMPOL

“Bapak kan sudah bilang ini acara kenegaraan, jadi kamu tunggu disini saja.”

“Saya nggak mau bapak sendiri, saya mau menemani bapak.”

“Ini bukan acara keluarga, tidak ada keluarga yang boleh ikut, kowe nunggu ning kene wae (kamu nunggu di sini saja). Dan nanti kamu nggak kuat, malah nggak baik jadinya.”

Karena bapak selalu berbicara bahwa ini bukan acara keluarga, akhirnya saya menyampaikan satu kenyataan yang mungkin bapak lupa :
“Bapak… saya tahu bahwa ini bukan acara keluarga, tapi saya tetap akan ikut dengan bapak sebagai putri bapak, tapi bapak jangan lupa bahwa hingga saat ini saya masih Menteri bapak, jadi saya akan ikut juga sebagai salah seorang pembantu bapak, izinkan saya mendampingi bapak.”

Mendengar jawaban saya, bapak memandang saya agak lama, lalu berkata : “Ya sudah, tapi kamu harus kuat ya.”

In sya Allah pak,” saya menjawab dengan menahan berlinangnya air mata agar bapak tidak melihat, karena akhirnya saya bisa menemani bapakku tercinta yang telah mengabdikan sebagian besar usianya untuk masyarakat, bangsa dan Negara, pada momen yang sangat penting dalam perjalanan sejarah Republik Indonesia tercinta ini.

Bapak kami seorang negarawan yang selalu menjunjung tinggi prinsip aturan, undang-undang yang berlaku di Negara Indonesia, tapi juga seorang bapak yang selalu melindungi keluarganya. Beliau sangat mengkhawatirkan perasaan saya menerima kenyataan bahwa bapak akan berhenti dari jabatan Presiden yang dipilih oleh masyarakat melalui wakil-wakilnya di MPR-RI. Alhamdulillah beliau bapakku…, terima kasih Tuhan.

Baca Juga:  Tutut Soeharto: TMII Membentuk Jatidiri Bangsa
Pak Harto membacakan pidato menyatakan berhenti

Bapak, apapun yang bapak putuskan, kami anak-anak bapak, akan selalu mendukungmu setulus hati, sepenuh jiwa. Bapak sampaikan kepada kami, jangan berkecil hati akan apa yang terjadi saat itu, karena Allah tidak pernah tidur, suatu saat masyarakat akan bisa menilai sendiri.

Doa kami selalu menyertai Bapak dan ibu, bahagialah bapak dan ibu berdua di atas sana, di surga-NYA …. Aamiin.
Bapak, Ibu….. we love you.

Jakarta, 31 Mei 2018
Jam 02.00, usai menghadap Illahi menanti saur

Mungkin anda juga ingin membaca
“Wis Cukup” Pada malam itu, dari ruang duduk keluarga, setelah bapak memberi tahu kami tentang keputusan beliau untuk tidak meneruskan jabatannya sebagai Presiden...
Foto: Menghadiri Tasyakuran HUT ke 43 TMII Menghadiri Tasyakuran HUT ke 43 TMII.... Semoga TMII yang dirintis dan dibangun Ibu Tien semakin kokoh peranannya sebagai Ibu Kota Kebudayaan Nusan...
Sekar dan Ajie, Witing Tresno Jalaran Seko Kulino JAKARTA – Witing Tresno Jalaran Soko Kulino, ungkapan Jawa yang berarti cinta tumbuh karena terbiasa menjadi gambaran hubungan Danvy Sekartaji Indri H...
DIET SAYA…, TIP MENURUNKAN BERAT BADAN Ada banyak yang bertanya, bagaimana keseharian saya merawat kebugaran, hingga usia saya yang hampir menyentuh usia 70 tahun. Saya ingin berbagi pen...
Jalan Tol II: Terlalu Menarik untuk Diabaikan Sahabat, Sebelum saya bercerita pengalaman saya membangun jalan toll, izinkan saya sedikit mengulas sepintas, mengapa pemerintah, mengajak swasta unt...
Jalan Tol VI: Sosrobahu yang Berarti Seribu Pundak Sahabat, Dengan dapatnya kami bridging finance dari sumber di luar negeri, membuat semangat kami semakin terpacu. Mengingat banyaknya waktu yang tela...
22 Comments
  1. koesparjanto says

    MBA’ TUTUT KOK PANJENENGAN MALAH MEMBUAT HARU SY LAGI MENGINGAT DETIK2 YG MEMBUAT SESAK NAFAS INI.. SEMOGA AYAHANDA DAMAI DISISI ALLAH TA’ALA.. AAMIIN

  2. Abdul Muin says

    Semoga Bapak Soeharto dan Ibu Tien tenang di tempat yang Mulia di sisi Allah swt. Doa kami Rakyat Indonesia selalu menyertai. Untuk Mba Tutut semoga selalu dalam keadaan sehat dan selalu di beri kekuatan dan kesabaran, teruslah berbuat untuk Negeri tercinta Indonesia

  3. Phaidon says

    Mba Tutut yang baik,

    Pak Harto bukan orang sempurna, akan tetapi 20 tahun setelah beliau lengser barulah terasa betapa negara ini membutuhkan fugur seperti pak Harto di jamannya. Sekarang dengan banyaknya keonaran, kita semua menyadari kenapa bapak harus tegas menjaga republik ini, yang isinya 17rb pulau, ratusan suku bangsa dan bahasa. Bagaimana bisa membangun kalau semua ribut. Yang saya sesalkan, bapak seolah ditinggalkan sendiri oleh semua yang sudah dipercaya, sudah diberi fasilitas dan rejeki. Tak seorangpun membantu rekonsiliasi.
    Mba Tutut, saya bukan politisi, dan tidak tertarik terlibat politik, tapi tolonglah negri ini membangun lagi seperti yang sudah pak Harto kerjakan. Di dalam atau di luar pemerintahan.

  4. Ika Aprilia says

    Luar biasa cerita yg ini…membuat saya merinding..InShaa Allah Alm Pak Harto adl org yg baik…Semoga beliau dan Almh Ibu Tien Soeharto husnul khotimah dan kelak dikumpulkan di surgaNya bersama umat pilihan Allah…Al Fatihah buat Pak Harto dan bu Tien Soeharto

  5. Dr Adnan Ganto says

    Terima kasih banyak Mbak Tutut sudah bersedia sharing berita pembicaraan Bapak dan Mbak Tutut pada 21 Mei 1998. Saya sangat terhararu mengingat kembali pertemuan Bapak dan saya pada November 1998 yang diatur Mbak Tutut. Mbak Tutut tetap tabah dan sabar Mbak ya. Semoga Allah SWT akan selalu melindungi dan memberkahi Mbak Tutut. Salam hormat dari bang Adnan.

  6. Ade. says

    Semangat bu.tutut..saya mendukung ibu sebagai putrinya….saya doakan ibu.srlalu sehat dan bimbing negara..ini ibu maju ibu pasti bisa…semangat juang bpk.dan ibu.soeharto teruskan bu….trimakasih bu.

  7. SUAEB says

    Terus berjuang Bu dengan ikhlas, jangan cacatkan keikhlasan nya hingga akhir hayat; negeri ini masih memerlukan ibu melanjutkan perjuangan Bapak Soeharto n Ibu Tien; doa saya semoga bpk. & Ibu Tien Soeharto mendapatkan ampunan sebelum beliau wafat n Khusnul khatimah; dan keluarga yg ditinggalkan diberikan kesabara, ketabahan; n khusus untuk Ibu (mba) Tutut beserta keluarga besarnya diberikan kesehatan n umur panjang dalam ketaatan ibadah, sukses dunia akhirat; tolong sampaikan kepada keluarga besar, jaga nama baik keluarga & tentu saja untuk INDONESIA

  8. Behamami says

    Semoga Pak Harto mendapat RahmatNya. Juga Ibu Tien.

  9. Fadil says

    Mungkin sampai akhir hayat negeri ini, sya tidak akn pernah lupa yg namanya Presiden Sueharto bliau adalah pejuang, presiden yg arif yg membawa Indonesia sbg macan Asia.

  10. ali bashar says

    saya juga turut mendo’akan bapak dan ibu, smoga Alloh mengampuni segala dosa dan khilaf, dan menerima amal ibadah serta menempatkan kedua pd jannatun na’iim. Dan apa yg diperjuangkan dan diperbuat oleh bapak dan ibu untuk bangsa RI, smoga menjadi amal jariyahn. aamiin yaa rabbal aalamiin.

  11. grace says

    Grace penganggum Pak Presiden Soeharto. Sampai kapanpun, Beliau tetap Presiden Nomor 1 di hati Grace. Belum ada yang membuat Grace kagum seperti beliau.
    Ibu Tutut juga seorang wanita yang sangat cerdas, bersahaja, berkemauan kuat, sangat perduli kepada sesama, berhati emas dan sangat rendah hati. Sangat beruntung bisa mengenal keluarga yang semua sangat rendah hati dan luar biasa baik. Sangat berkesan dalam hati Grace.

  12. Yunuzar Rasyid says

    Nobody’s perfect. Buat saya Pak Harto tetap sangat berjasa bagi Negeri, beliau memainkan oeran yg sangat penting dlm membangun negeri tercinta. Saya percaya Allah Subhana Wa Ta’ala, Maha Adil dan Maha Bijaksana. Semoga Dia tdk menurunkan azabNya dan mengampuni semua pihak yg bertindak zolim terhadap para orang-orang yg berjasa bagi Negeri. Aamiin

  13. Dasman Djamaluddin says

    Cerita, naik dan turunnya para Presiden RI tetap menarik untuk diikuti.

  14. J.Emor says

    Semoga pak Soeharto Ber istirahat tenang Dan ibu Tien juga….
    Tuhan berkati seluruh Karya yg sampai saat ini masih dirasakan oleh rakyat…

  15. Adit says

    Semoga Bapak Soeharto dan Ibu Tien mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT

  16. Safira says

    Waah tante pinter nulis. Smoga bapak dan ibu husnul khotimah dan Allah membalas jasa2 beliau dengan balasan yg sempurna. Amiin

  17. Eka Yulianto says

    Semoga Bapak Soeharto dan Ibu Tien, mendapat Rahmat dariNYA atas jasa2 beliau selama memimpin negeri ini.
    Selamat…

  18. Hari says

    Semoga Pak Harto Dan Ibu Tien mendapatkan tempat yang layak sesuai dengan Amal baktinya kepada bangsa Dan Negara serta rakyatnya, beristirahat dalam Damai Abadi Dan putra-putrinya diberikan jalan terang senantiasa berbahagia melanjutkan cita-cita perjuangan beliau untuk bangsa Dan Negara. Amin

  19. Nuno says

    THE BEST

  20. Yono says

    Bagi saya Jendral hm Soeharto tetap presiden saya

  21. martin wenas says

    Alm Pak Harto… Upahmu besar disurga. Kebenaran akan selalu dibela Allah. Dia mencintai apa yang benar, juga keadilan.Bumi penuh dengan kasih setia Allah (Maz 33:5).

  22. Muhammad Al Azhar says

    Saya tidak mengerti terbuat dari apa hati Ibu hingga bisa kuat menghadapi semuanya. Lapang dan terang kubur mu Jenderal besar ku, memang biar sejarah yang akan membuktikan kebenaran atas jasa yang telah Jenderal berikan untuk Tanah Air Indonesia ini, tenang dan damai di sisi Allah SWT Jenderal ku “Al-fatihah

Leave A Reply

Your email address will not be published.